Setelah sebulan berlalu, akhirnya pengumuman kelulusan sudah dapat dilihat di website. Hasil yang kudapatkan nihil. Aku tak dapat tempat kuliah yang kuinginkan. Namun aku tak putus semangat. Karena ada pacarku yang bernasib sama dan mempunyai semangat untuk maju. Kami belajar bersama menempuh Ujian Tertulis SNMPTN. Dia mendaftar ke sebuah Universitas Negeri di Bandung dengan jurusan yang berbeda sebagai pilihannya sedangkan saya mendaftar di Universitas Negeri di Bogor dengan jurusan yang berbeda pula sebagai pilihanku.
Kami berjuang bersama. Hingga hari ujian pun tiba, saya berkesempatan ujian di SMA Negeri di Bandung sedangkan pacarku (saat itu) berkesempatan ujian di SD Negeri di Bandung. Kami ujian SNMPTN selama 2 hari. Hari pertama ujian dasar terdiri dari Matenamtika Dasar, Bhs. Inggris, Bhs. Indonesia, dan TPA. tidak ada rintangan berarti, namun kata pacarku soalnya cukup susah. Ujian pertama pun berlalu. Hari berikut pun telah tiba, aku sudah mempersiapkan diri untuk mengerjakan soal-soal yang bersifat kedalam Pengetahuan Alam dan IPTEK. Sama halnya seperti pacarku, ia pun mengerjakan tipe yang sama yang di dalamnya terdapat materi Matematika IPA, Kimia, Fisika dan Biologi.
Hari- hari berlalu sepeninggalan hari terakhir ku ujian. Aku menanti hasil dengan pacarku. Hingga hari itu pun datang, aku sudah tak sabar melihat hasilnya. "SELAMAT KAMU DI TERIMA" alangkah senangnya hati pacarku. Akhirnya dia diterima di Universitas pilihannya. Sedangkan diriku, aku harus menelan pil pahit ini. Aku tak diterima. Pacarku berusaha untuk menenangkanku. Namun itu percuma. Aku tak kuasa menahan sakit di dada ini.
Sebulan dari itu aku berusaha mencari Universitas lain. Dengan jalur mandiri di Universitas Negeri maupun di Universitas Swasta. Hingga akhirnya aku mencoba di ITENAS untuk melanjutkan pendidikanku ke lebih tinggi. Ku memilih jurusan Teknik Kimia karena memiliki kesamaaan dengan jurusan di SMK tempat aku menempa ilmu. Hingga saat ini. . .
Kejadian ini 1 tahun yang lalu . . .
No comments:
Post a Comment